Menuntut Ilmu

Ilmu: Menuntut Ilmu
menuntut ilmu merupakan suatu ibadah
   Orang yang menuntut ilmu telah banyak disebutkan didalam Al-Qur’an dan Hadist, yang mana menuntut ilmu adalah suatu perbuatan yang mengandung ibadah serta manfaat yang sangat besar khususnya bagi dirinya sendiri dan juga oranglain serta mendapatkan kemuliaan. 
Sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an QS Al-Mujadilah ayat 11:

"Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,"

Didalam hadist juga disebutkan:
"Seseorang yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju sutga." (HR Bukhari).

Akan tetapi ilmu haruslah diajarkan karena kita yang telah mempelajari ilmu harus bertanggung jawab atas ilmu yang telah kita pelajari, karena dengan mengajarkan ilmu yang telah kita pelajari dengan ikhlas dan penuh kesabaran serta tidak bakhil atas ilmu tersebut berarti kita telah memberikan manfaat bagi orang lain dan juga mengamalkannya.

Sesungguhnya orang yang bakhil atas ilmu yang telah dipelajarinya kelak ia akan dimasukkan kedalam api neraka sebagaimana sabda Rasullullah berikut ini:
Rasulullan SAW bersabda, "Seseorang yang ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya (tidak mau menjawabnya), maka pada hari kiarnat ia akan dicambuk dengan cambuk dari api neraka," (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Seorang ulama besar juga mengungkapakan tentang pengamalan ilmu:
Ilmu juga menuntut amal. Berbicara dengan amal lebih utama dari berbicara dengan kata. Orang yang miskin adalah yang lenyap umurnya karena ilmu yang dimiliki tidak diamalkan, Dia akan bangkrut di akhirat sedangkan dia memiliki banyak beban yang harus (dipertanggungiawabkannya. (Ibnu Al-Jauziy).

Dizaman yang penuh dengan tantangan saat ini hendklah kita wajib berhati-hati didalam menuntut ilmu, darimana ilmu yang kita pelajari dengan siapa kita belajar ilmu tersebut karena sesungguhnya banyak orientalis yang mengajarkan islam akan tetapi merubah dan merusak syari’at islam itu sendiri.
Ibnu Sirin pernah mengungkapkan kata-kata mutiaranya yang terdapat dalam Sahih Muslim"Ilmu ini (tentang agama) menjelma atau merupakan keimanan, dari itu,berhati-hatilah dari siapa Anda belajar ilmu itu,"

Artinya, dalam memahami masalah keislaman baik dari Alquran, tafsir, hadis, fikih, dan yang lainnya, sebaiknya kita belajar dari ulama yang masih berkomitmen secara benar kepada Islam dan kepada Muslim yang tidak berdusta terhadap agamanya.

Tentu dalam hal ini kita harus tetap memperhatikan batasan yang terdapat dalarn Alquran dan as-sunnah serta ijma' para ulama terdahulu (salaf). "Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Yang mereka wariskan adalah ilmu. Seseorang yang mendapatkan-nya, sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Semoga kita termasuk orang-orang yang dikaruniai ilmu yang bermanfaat serta mendapatkan keberkahan dari ilmu tersebut.
Wallahu a'lam bishshowab (hibatulwafi.com)

Postingan terkait:

Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)