Anda Mahasiswa? hendaklah berfikir realis, objektif dan kritis

gambarnews1731.526_mahasiswa
Tidak selayaknya mahasiswa terlalu terpaku kepada masa lalu. Apabila itu dilakukan maka akan terdapat beberapa kemungkinan yang merugikan diantaranya:
  1. Membanggakan kejayaan masa silam, sehingga tidak lagi mau berusaha dengan sungguh-sungguh, sebab sudah merasa puas dengan apa yang telah pernah dicapainya.

  2. Trauma terhadap kegagalan yang telah lewat sehingga takut berbuat, tidak berani mengambil resiko dan sering menyesali perbuatannya yang lalu. Terhadap masa lalu hendaknya dijadikan cermin, sebagai pelajaran yang berharga guna mendorong semangat berusaha untuk mencapai kesuksesan. Penyebab kesuksesan masa lalu perlu diteliti kemudian dipertahankan, sedangkan kegagalan perlu diketahui untuk dihindari.
Di sisi lain hendaknya mahasiswa tidak menjadi “masa depan-minded” yang akhirnya menjadi manusia ‘utopis’ terlalu optimis atau terlalu pesimis terhadap masa depan, selalu melamun dengan ungkapan “kalau, apabila, nanti akan, dll.” Berfikir yang sedemikian itu akan merugikan mahasiswa karena beberapa hal:
  1. Mahasiswa lupa akan kemampuan diri, kurang perhitungan, sehingga apa yang dicita-citakan tidak dapat dicapai.

  2. Dengan bermimpi keindahan masa depan, mahasiswa akan terbuai dan lengah terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

  3. Sebaiknya dengan melihat kesulitan masa depan, mahasiswa akan menjadi orang yang selalu pesimis, penakut dan putus asa.
Sehubungan degan itu mahasiswa harus berfikir secara realis menghadapi apa yang ada dengan berbekal masa lalu untuk mewujudkan cita-cita masa depan. Fikiran dan kerjakan sesuatu yang mungkin terjangkau, tinggalkan sesuatu yang tidak mungkin difikirkan atau dikerjakan karena diluar kemampuan. Dalam menghadapi kenyataan yang ada mahasiswa harus kreatif sehingga banyak alternatif-alternatif yang melimpah akan melahirkan keuletan, ketangguhan dan kesabaran dalam memecahkan permasalahan.

Sebagai calom anggota masyarakat yang terpelajar yang mengandalkan akal bukan okol, mahasiswa dituntut untukberfikir objektif. Standar kebenaran dam kebaikan harus didasarkan kepada kebenaran ilmiah dan bukan berdasarkan kepada kebenaran emosi atau perasaan yang sangat subyektif, suka tidak suka.

Selain itu berfikir kritis sangat diperlukan untuk menjadi mahasiswa yang baik dan sukses. Setiap permasalahan harus dihadapi secara teliti dan cermat, agar menjadi mahasiswa yang mampu memisahkan antara yang benar dan yang salah. Perlu diingat bahwa orang pandai adalah orang yang bisa memilah, mengelompokkan, memisahkan dan membedakan sesuatu dengan yang lain.
selain itu semuanya, mahasiswa dituntut untuk dapat berfikir innovative yaitu selalu siap untuk menerima perubahan menuju kearah kemajuan. Dengan daya berfikir kritisnya ia harus selalu mencari yang lebih baik, lebih benar dan lebih sempurna. Mahasiswa harus senantiasa berfikir dan berusaha untuk dapat meraih kemajuan; “hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini”.

Agar hal itu terrealisasi maka hendaknya mahasiswa selalu mengecek pencapaian usaha dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendorong tercapainya kemajuan di antaranya:
  1. Apa yang ku cari disini (kampus)?
  2. Kemana harus kutemukan?
  3. Siapa yang harus ku temui?
  4. Apa yang harus ku lakukan?
  5. Apa yang telah ku perbuat?
  6. apa yang telah ku capai?
  7. Apa manfaatnya bagiku?
  8. .... (bisa anda tambahkan sendiri)
Pertanyaan diatas merupakan sebuah acuan bagi kita selaku mahasiswa, sejauhmana pencapaian yang telah kita capai. Apakah semakin meningkat, biasa-biasa saja ataukah sebaliknya mengalami kemunduran?

Postingan terkait:

Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)