Waktu adalah Harta yang Paling Berharga

hibatulwafi.com

Banyak orang mengatakan "waktu adalah emas." sedangkan menurut Khalid A. Mu'thi Khalif bahwa ungkapan tersebut kurang tepat. Jika kita renungkan dengan lebih mendalam, maka kita bisa menyimpulkan bahwa waktu lebih berharga daripada emas. Jika emas hilang bisa diganti, sedangkan waktu yang sudah terlewat tidak ada yang bisa mengganti. Imam al-Hasan berkata, "Wahai anak Adam, sebenarnya kalian ini adalah hari-hari itu sendiri. Apabila ada satu hari yang telah terlewat, niscaya sebagian dirimu juga ikut berkurang bersamanya."

Namun pada kenyataannya, kondisi kita sungguh menyedihkan. Meskipun banyak ungkapan-ungkapan indah seperti ini, masih banyak kita jumpai orang yang membuang-buang waktu dengan percuma.

Hal inilah yang mengilhami Ibnu Habirah untuk menasehati murid-nya, Ibnu Jauzi," dengan nasehat berikut ini.
"Sebenarnya waktu adalah harta termahal yang seharusnya kamu pelihara dengan benar-benar. Namun saya lihat, waktu bagimu adalah sesuatu yang paling mudah untuk sirna."
Para ulama terdahulu sangat menghargai waktu, utamanya waktu malam dan waktu-waktu mulia lainnya. diantara sembonya mereka adalah,
"Detik-detik malam sangatlah berharga, karena itu janganlah kamu menganggapnya remeh dengan melakukan kelalaian."
Jika kita sering melalaikan sesuatu, maka hal ini mengindikasikan bahwa kita menggap sesuatu itu rendah atau tidak berharga. Berbeda jika kita selalu mengingatnya, hal ini menunjukkan sesuatu itu sangat berharga.

Di antara manusia ada yang sanggup menggunakan umurnya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya di surga yang luasnya seluas langit dan bumi, penuh dengan bidadari, istana, dan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara. Namun, ada juga orang yang mempunyai umur panjang, tetapi akhirnya ia hanya menjadi kayu bakar di neraka jahanama. Semoga Allah tidak menjadikan kita kelompok orang seperti ini.

Oleh karena itu, setiap detik yang berjalan hendaknya kita gunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk kehidupan kita di dunia maupun di akhirat nanti. Seorang penyair berkata,
"Apabila satu hari berlalu sedangkan tangan saya ini tidak menghasilkan satu karya dan saya tidak memperoleh ilmu sedikitpun maka hari itu bukanlah hariku."
Setiap hari bunda Teresa (Seorang biarawati Kristen) hanya tidur empat jam saja. Ketika ia ditanya tentang hal ini, ia menjawab, "Setelah mati nanti yang kita lakukan hanyalah tidur."

Meskipun ia bukan seorang muslimah, kita harus punya prinsip "Hikmah adalah barang hilang seorang mukmin yang harus selalu dicari, karena itu dimanapun hikmah itu berada, orang yang paling berhak untuk mengambilnya adalah orang mukmin."

Bunda Teresa tidur hanya empat jam sehari karena ia menyakini setelah mati nanti ia bisa tidur panjang. Mengapa orang yang tahu bahwa setelah kematian ada alam kubur, timbangan amal,  shiraath, surga, dan neraka dalam kesehariannya selalu menghiasi matanya dengan tidur?
Adalah hal yang lucu jika seseorang merayakan ulang tahunya dengan penuh suka cita. Padahal, sebenarnya yang terjadi adalah umurnya semakin berkurang. Bukankah yang pantas mereka lakukan adalah melakukan intropeksi atas hari-hari yang telah terlewati?


sumber: Buku Nasihat untuk Orang-orang Lalai-Gema Insani, 2005

Postingan terkait:

4 komentar

Paling berharga karena dia tidak dapat kembali.. dan kita hidup berpacu dengan waktu

setuju mas, sama dengan pedang, kalau ndak hati-hati, maka kita yang akan kena tebas :D

bentul sekali mas, terimaksih telah berkunjung ke blog saya :) salam kenal..

iya Pak Dosen, kita harus hati2 didalam memanfaatkan waktu, Terimakasih telah berkunjung ke blog saya.. Salam kenal :)

Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)