Doa sia-sia


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ .... 

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku..." (Al-Baqarah: 186)

Ulama salaf Syaqiq El Balakhi rahimahullah meriwayatkan bahwa tatkala Ibrahim bin Ad-ham sedang berjalan-jalan di kota Bashrah, dia ditanya oleh penduduk kota itu, "Ya Ibrahim, mengapa doa kami tidak diindahkan lagi, padahal bukankah Allah telah berkata dalam firman-Nya, apabila hamba-hamba-Ku bertanya kapadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasahnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku...' (Al-Baaqarah: 186)."

Ibrahim memberi jawaban kepada mereka, "Wahai penduduk kota Bashrah, itu disebabkan qalbu kalian telah mati oleh sepuluh hal. Jika demikian, bagaimana Allah akan menyambut doa kalian?

Penduduk Bashrah berpikir sejenak mencari tahu mengenai sepuluh hal tersebut, tetapi mereka belum jugamenemui jawabannya. Maka mereka bertanya kembali kepada Ibrahim, "Ya Ibrahim, apa kesepuluh hal itu?"
"kesepuluh hal yang menghabat doa kalian itu," jawab Ibrahim," antara lain:

  1. kalian telah mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya;
  2. kalian telah membaca Al-Qur'an, tetapi tidak mengamalkan isinya;
  3. kalian mengaki cinta kepada Rasulullah saw, tetapi meninggalkan sunnahnya;
  4. kalian mengaku benci kepada setan, tetapi mematuhi ajakannya;
  5. kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak memenuhi syarat-syaratnya;
  6. kalian ingin selamat dari api neraka, tetapi kalian menjerumuskan diri ke dalamnya;
  7. kalian menyakini bahwa kematian itu suatu kepastian, tetapi kalian tidak pernah mempersiapkan diri menghadapinya;
  8. kalian sibuk mengurusi keburukan orang, tetapi kalian mengabaikan keburukan diri sendiri;
  9. setiap waktu kalian mengubur orang meninggal, tetapi setiap kali itu pula kalian pula tidak pernah merenunginya;
  10. kalian telah menikmati nikmat Allah, tetapi tidak pernah mensyukurinya."

Dari kisah di atas semoga kita mengambil pelajaran dan intropeksi diri, tazkiyatun nafs, untuk tidak melakukan apa yang dilarang oleh Allah.





referensi: Buku Percikan Hati Nurani penerbit Gema Insani

Postingan terkait:

Bagaimana menurut Anda? Senang sekali jika Anda mau berbagi pendapat dengan saya disini. :)